5 Tempat Favorit Melihat Milky Way

Bagi para mereka pemburu milky way untuk di abadikan atau sekedar di nikmati sambil menahan dingin tempat yang gelap total adalah tempat kesukaan mereka. Tidak sedikit tempat yang gelap atau minim dengan polusi cahaya itu ada di daerah terpencil atau bahkan pelosok tak terjamah orang lain. Terkadang juga tempat tinggi atau daerah pegunungan yang rata- rata masih minim polusi cahaya menjadi tujuan favorit mereka. Bisa bertemu dengan si BIMASAKTI adalah suatu kepuasan tersendiri meskipun hanya mampu melihatnya tanpa bisa menyentuhnya. Berikut ini adalah tempat atau daerah favorit saya untuk melihat Milky way.

1. Dieng

Ya Dieng menjadi tempat favorit pertama saya untuk melihat milky way, karena jaraknya yang dekat dari Boyolali juga selain melihat milkyway saya dapat sekaligus menikmati sun rise serta wisata lainnya disana. Dieng adalah daerah dataran tinggi yang dinginnya pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian. Dieng kini sudah sangat mudah di jangkau oleh semua kalangan karena fasilitas transpotasi dan akses menuju kesana sudah bagus. Yang menjadi hambatan beberapa orang untuk melihat milkyway di Dieng adalah hawanya yang sangat dingin ketika malam hari.

839041292774883

Milkyway Candi Dwarawati

Milkyway Gunung Prau

2. Bromo atau Semeru

Ya kawasan Bromo Tengger Semeru ini adalah surganya milkyway dan sunrise. Kawasan Bromo Tengger Semeru sama dengan Dieng yaitu akses menuju kesana sudah di permudah oleh pemerintah daerah. Karena daerah tinggi pula maka siapkan jaket tebal untuk melihat milkyway ketika malam hari. Saya pribadi tak pernah bosan juga ke Semeru atau Bromo apalagi ketika ingin melihat milkyway. Sayang untuk ke kawasan Bromo Tengger Semeru jaraknya cukup jauh jika di tempuh dari Boyolali.

680840411928306

Milkyway Ranu Kumbolo, tepat diatas tanjakan cinta

681442178534796

Milkyway Kalimati

681530415192639

Milkyway Kalimati diantara pepohonan

3. Teluk Kiluan

Oke kali ini menyebrang ke pelosok Sumatra, yaitu daerah Lampung Selatan. Di Pelosok Lampung selatan ini ada daerah namanya Kiluan, ya daerah teluk dimana banyak melintas dolphin mencari makan atau sekedar bermain main. Bukan mau membahas dolphin namun langsung saja membahas Milky waynya, Kiluan masih minim penerangan dan Listrik ( 2012- 2013 ) entah kalau akhir- akhir ini saya sudah lama sekali tidak berkunjung kesana. Meskipun daerah pantai atau dataran rendah pun milky way dapat terlihat begitu terang bahkan dengan mata telanjang sekalipun. Karena letaknya yang jauh dari keramaian dan polusi cahaya maka milky di Kiluan tak pernah malu menampakkan diri.

491975534148129

4. Kawah Ijen

Kawah Ijen atau terkenal dalam bahasa kerennya Ijen Crater adalah sebuah kawah raksasa terletak di daerah Bondowoso dan Banyuwangi. Di tengah- tengah kesibukan para penambang belerang diatas mereka terang benderang cahaya milky way. Sama dengan Dieng dan Bromo, Ijen adalah daerah pegunungan yang dinginnya cukup membuat tulang linu- linu. Meskipun ramai para penambang belerang namun milky way masih dapat kita lihat dengan mata telanjang. Biasanya ketika ingin melihat api biru / blue fire yang mengharuskan pendakian di mulai tengah malam maka bonus milky way sepanjang perjalanan pun akan membuat capek karena pendakian tidak terasa.

540254675986881

5. Alor ( Nusa Tenggara Timur )

Sesungguhnya bukan saja di Alor namun hampir seluruh Nusa Tenggara Timur kalian akan dapat menikmati indahnya milky way tanpa polusi cahaya. Nusa Tenggara Timur bisa di bilang masih tertinggal jika kita membicarakan listrik, ya masih banyak jalan raya gelap gulita kurang penerangan bahkan tidak ada penerangan. Jika boleh berandai- andai maka saya akan mengatakan beberapa tempat ini sangat indah untuk melihat milky way : Desa Wae Rebo, Kampung Bena, Danau Kelimutu, dan Alor. Untuk foto yang saya share di bawah ini adalah ketika bermalam di Alor kecil.

IMG_0806

IMG_0910

You may also like...