Acara Tender yang Berujung Piknik Bersama, Bali- Lombok

Sampailah sudah di penghujung kontrak kerja antara perusahaan kami dengan PT Telkomsel. Karena perusahaan kami tidak mendapat penunjukkan kontrak langsung maka dari itu cluster yang sedang kami pegang pun harus di tenderkan. Untuk tender seleksi komersial di adakan di kantor Telkomsel Renon Denpasar Bali. Alhamdulillah untuk seleksi administrasi dan seleksi teknis perusahaan kami berhasil lolos dan berhak mengikuti seleksi komersial di Bali. Siang itu ketika saya membuka email masuklah sebuah email dari panitia Tender yang mengumumkan bahwa perusahaan kami lolos dan berhak ikut seleksi komersial di Bali, ya memang mendadak dengan acara pelaksanaannya begitu juga persiapan dari kami pun juga serba mendadak. Sesuai instruksi atasan kami berangkatlah saya, mas yana, Mas Nur dan mbak Yuni dengan mobil menempuh jalur darat dari Surabaya menuju Bali. Selasa 20 Februari 2018 kami berempat menuju Bali dan atasan kami pak Wisnu bersama 2 Admin nya menyusul pada tanggal 21 dengan pesawat terbang dari Jakarta.

Perjalanan darat dari Surabaya kami tempuh selama 16 jam nonstop hingga akhirnya tiba di Denpasar Bali. Karena masih pagi dan acara Tender masih berlangsung keesokan harinya kami pun sempatkan untuk jalan- jalan mengunjungi beberapa tempat wisata terlebih dulu. Karena masih jetlag dan belum bisa jernih dalam menentukan destinasi akhirnya kami asal saja menuju pantai di daerah Kuta. Destinasi pertama kami adalah pantai Double Six yang katanya cocok untuk menikmati sunset. Kami tiba di pantai 66 masih siang jadi pantai nya ya sama seperti pantai yang lain yaitu berupa hamparan pasir putih dengan gulungan ombak ke tepian serta ada beberapa kursi santai berjajar rapi. Sebentar menikmati udara panas khas daerah Kuta kemudian kami segera berpindah menuju Pura Uluwatu di daerah Pecatu. Di pura Uluwatu sesungguhnya pun bagus ketika matahari terbenam namun tidak mengapa meskipun masih siang kami tetap menikmati pemandangan yang di tampilkan. Kawasan pura yang di bangun di pinggir tebing pantai. Ada beberapa pura untuk beribadah umat Hindu yang di bangun di beberapa titik, diantaranya ada yang di ujung tebing juga ada yang di tengah. Ada satu spot yang bisa untuk menikmati pemandangan dimana terlihat pura yang di ujung tebing terlihat begitu mewah seolah berdiri diatas laut dengan ombak yang besar serta di bawah langit yang luas. Nah dari spot inilah dapat di lihat matahari sedang membulat sempurna dengan warna langit orange keemasan ketika senja tiba. Matahari seolah sedang melewati sela- sela bangunan pura yang terletak di ujung tebing ini. Banyak sekali saya melihat hasil foto yang memang juara indahnya merekam matahari sedang bulat sempurna diantara sela- sela bangunan pura dengan warna langit orange keemasan. Namun sayangnya kami datang ketika langit masih biru menyala dan terik matahari sedang panas- panasnya. Hal itu juga tak mengurangi keindahan yang ada di kawasan pura Uluwatu Pecatu.

 

Tak jauh dari pura Uluwatu kami bergeser ke pantai Bluepoint atau pantai Suluban. Ya kami bergeser tempat karena sudah cukup lama berjalan- jalan memutari kawasan pura Uluwatu. Karena masih satu daerah di Pecatu dari Uluwatu ke Bluepoint kami tempuh dalam waktu 10 menit. Apasih menariknya pantai Bluepoint? bukannya cuma kawasan cafe di tepi tebing saja?, ya memang benar sebenernya di Bluepoint ini tebingnya banyak didirikan cafe- cafe atau warung yang menghadap ke laut dan langit barat. Pantai ini sebenernya tak hanya sunsetnya yang bagus namun juga ketika pagi pun sungguh menawan. Pada saat air belum pasang kita dapat turun ke bawah dan berjalan- jalan diantara tebing dan goa batuan karang. Karena ombaknya yang cukup besar selain untuk menikmati pemandangan pantai juga dimanfaatkan oleh para peselancar untuk menghabiskan waktu diatas papan selancar hingga matahari terbenam. Diantara dari kami tidak ada yang minat atau mungkin tidak bisa bermain selancar maka kami duduk sambil menikmati para peselancar dari atas kursi cafe. Tak terasa dua jam kami menghabiskan waktu hingga akhirnya matahari terbenam pun muncul juga. Sore itu matahari tak sempat membulat sempurna sebelum akhirnya tenggelam di lautan. Langit di ujung horison tepat diatas laut agak sedikit mendung sehingga menutupi pemandangan matahari terakhir sebelum tenggelam. Diatas langit berawan berwarna warni dari biru, kuning, orange, emas dan kemerahan berpadu mewarnai langit dan juga mewarnai lautan. Semua mata pengunjung saat itu kompak tertuju ke arah laut dan langit dimana matahari akan terbenam. Selain karena langit sudah gelap kami juga harus menjemput pak Wisnu atasan kami ke bandara Ngurah rai, maka segera lah kami meninggalkan Bluepoint. Dari Bluepoint sesungguhnya tidak jauh ke bandara namun karena macetnya Bali sudah mirip jakarta perjalanan kami pun memakan waktu satu jam lebih. Tiba di bandara kami menunggu tak begitu lama kemudian mendaratlah pesawat yang di tumpangi pak Wisnu dan dua adminnya yaitu mbak Wulan dan mbak Sari. Kemudian dari bandara kami langsung menuju hotel di daerah Denpasar Barat yang sudah kami pesan jauh- jauh hari.

28279980_1882240358454966_2481185910869705506_n 28168656_1881628145182854_4345735543072815804_n

Bersambung masih ada hari kedua ketiga keempat dan seterusnya

You may also like...

Leave a Reply