[ BALI ] Nekat Ngegembel ke Bali

Karena gagal pergi ke pulau Lombok dengan tujuan rinjani, Sendanggile Tiukelep, Kuta, 3 Gili, dan beberapa spot laennya maka saya harus banting setir untuk menyalurkan duit yang sudah terkumpul. Ya akhirnya nekat memutuskan ke Bali entah ada teman ataupun mau sendirian. Dengan pengalaman selama 2 bulan pada tahun 2008 saat magang kerja sayapun langsung menetapkan tanggalnya. Setelah menawarkan ke kakak sepupu saya dan kaka saya mau maka berangkatlah kami berdua dari stasiun purwosari dianter oleh ayah dan ibu yang tadinya alot tidak membolehkan saya pergi pergi, tapi alhamdulillah dengan merayu ibu terus terusan akhirnya di kasih restu juga. hehehehe sebenernya saya tidak pernah boleh pergi jauh jauh oleh ibu hehehehehe maklum anak kesayangan 😛

Dengan kereta api Sritanjung yang start dari Jogja kami berdua melaju menuju banyuwangi jam 09.00 pagi dari Solo. Tanggal berapa saya berangkat ternyata saya sudah lupa tapi yang jelas adalah bulan mei akhir.


Harga tiket 6 bulan lalu adalah 35ribu dari Jogja maupun Solo sama dengan tujuan akhir Banyuwangi.

Sampai di Banyuwangi pukul 22.xx dan kami berdua langsung mencari masjid untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan menyebrangi Selat Bali.

Pukul 23.xx waktu Banyuwangi kami membeli tiket ferry dengan harga 6000 per orang. Setelah menyebrangi Selat Bali kami tiba di Bali pukul 01.xx waktu Gilimanuk. Sesuai saran di blog dan group yang saya baca kami lanjut mencari bus sedang yang menuju Padang bai atau Ubung. Perjalanan selama 3 jam menuju Ubung Denpasar. Alhamdulillah sampe ubung pas subuh setelah shalat subuh saya mencoba menghubungi temen SMA saya Ucup panggilannya.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya temen saya tiba dengan satu motor 😀
(thanks to Ucup adi wijaya yang sudah banyak membantu selama saya di Bali)
Karena Ucup masuk kerja saat itu maka saya di tinggal kerja dan baeknya lagi Ucup meminjamkan motornya untuk keliling Bali 😀 pukul 07.xx waktu Bali saya mengantar Ucup ke kantor dan setelah itu saya langsung jalan jalan dengan tujuan Kintamani. hemmm ya Kintamani merupakan dataran tinggi di Bali dari sana saya bisa melihat Danau Batur.


Setelah dari Kintamani kami melanjutkan ke Danau Batur. Ya dari Danau Batur bisa ke desa Trunyan yang terkenal dengan kehidupan rakyatnya masih jauh dari sentuhan modernisasi. tidak ada penguburan mayat atau kremasi mayat.



setelah puas foto foto di kawasan danau batur ini kami langsung menuju denpasar lagi. karena waktu sudah menunjukan pukul 15.xx dan teman saya ucup minta dijemput pukul 17.xx di kantornya. Setelah jemput Ucup kami lanjut ke arah Kuta Bali. Dan disambut awan flat nan mendung. Dan tanpa hasil apapun hehehehe…

Hari kedua di Bali masih semangat 45 untuk mengunjungi tempat wisata. Tujuan pada hari kedua adalah di fokuskan ke arah aer terjun di daerah Singaraja. Tapi alam berekspresi laen sepertinya alam sedang sedih karena hujan mengguyur kami berdua. Setelah menengok bagasi motor terdapat jas hujan kami tetap melanjutkan perjalanan dengan menerobos hujan dan dingin. Rasa dingin kami rasakan ketika memasuki kawasan Bedugul. Di Bedugul hujan makin gede akhirnya kami mampir ke warung makan untuk teduh dan sarapan dahulu. Ngobrol brol ngobrol dengan empunya warung ternyata Pura Ulundanu merupakan tempat wisata juga. Karena sebelumnya saya pikir Ulundanu cuma tempat sembahyang umat Hindu Bali yang tidak boleh dikunjungi umat laennya.
Pura Ulundanu adalah pura yang temen temen semua selalu liat di uang kertas 50 rebuan 😀


Selesai meng-explore Pura Ulundanu kami melanjutkan perjalanan menuju aer terjun Munduk dan Melanting. Ya jadi inget sesuatu pada saat berteduh di gubuk pinggir jalan. Tiba tiba ada telp dari no dengan kode area Jakarta. Ternyata dari kantor yang 3 minggu sebelum saya berangkat ke bali saya datangi untuk interview. Alhamdulillah sudah di terima kerja di salah satu perusahaan swasta di Bintaro, si bapak penelepon meminta saya esok harinya ke jakarta #whatttt>???? !@#$% saya masih di luar jawa dengan rada bingung saya jawab telpnya. Akhirnya di beri tenggang sampai hari senin minggu depan.

Rencana di Bali satu minggu full jalan jalan harus di pangkas menjadi 3 hari plus 2 hari perjalanan :((

balik lagi ke cerita menuju aer terjun Munduk dan Melanting. Ya dari gubug teduh itu kami tinggal menempuh 2-3 km lagi.




Air terjun terakhir adalah air terjun sekumpul terletak di desa lemukih masuk kabupaten singaraja. Jalur menuju air terjun ini memang tidak maen maen, benar benar seru dan menantang :D.


Setelah dari aer terjun terakhir di desa Lemukih yang jalannya naudzubilah susah dan ancurnya kami melanjutkan menuju joger Kuta.

Oh iya ada sedikit cerita sebelum memasuki desa Lemukih. Kami berteduh di rumah di tengah hutan gunung wisata Bedugul. Tidak tau desa apa udah hampir tidak ada lagi rumah makanya kami teduh dulu eh di sambut hangat oleh si bapak empunya rumah, dengan bahasa daerah Bali campur bahasa Indonesia si bapak tanya– tanya dan karena tau saya dari Solo akhirnya bapak bercerita kalau anaknya dapat suami orang Solo. Dia seneng banget pernah ke Solo katanya di Solo tanahnya subur, luas, adem, orangnya ramah ramah, kotanya tentram.

kesan yang sama yang saya dapatkan di bali yaitu orang orang Bali juga ramah ramah. Lanjut ke perjalanan kami di Bali. Karena masih gerimis dan hujan akhirnya sebelum pulang kami berteduh lagi di mesjid di daerah Bedugul. Kami bertemu muslim Bali yang orang tuanya berasal dari Singaraja



Dan kami sampai di Denpasar pukul 21.xx, pada hari ketiga kami berdua fokus mengunjungi pantai ya full pantai di hari ketiga ini. Untuk mengejar Sunrise dimana lagi kalau tidak di Sanur. waktu menunjukkan pukul 05.xx kami berdua langsung bergegas menuju Sanur. Alhamdulillah sampai Sanur masih kebagian sunrisenya. Bener bener mata tak bisa tergantikan merekam keindahan sunrise waktu itu kameraku tak bisa maksimal menangkap memori kala itu :((



setelah dari sanur kami bergegas menuju tanjung benoa yang dari tanjung benoa ini bisa menuju nusa penida dan nusa lembongan dengan kapal quiksilver g tau deh harag tiketnya berapo hehehe g naek soalnya.


Setelah selesai sarapan di Tanjung Benoa kami lanjut lagi ke pantai Suluban di daerah Uluwatu. Tapi pada saat menuju pantai suluban kami melihat pantai yang ternyata baru di buka dan nama pantai itu adalah geger beach


lanjut lagi ke tujuan utama yaitu pantai suluban

Masih di daerah Uluwatu, saya melanjutkan ke arah pantai Padang padang yang katanya surganya bule.

setelah melihat jam sudah mulai sore dan tujuan kami masih ada dua lagi yaitu joger untuk beli oleh oleh dan tana lot untuk penutupan hari itu hehehehe….

Alhamdulillah TUHAN selalu baik sama saya. Hampir di setiap perjalanan saya selalu di berikan cuaca yang indah dan membuat alam Indonesia semakin menawan 😀 terima kasih TUHAN. Malam harinya kami langsung pulang dengan dianter Ucup sampe terminal ubung. dari ubung naek bis kecil ke arah gilimanuk. 3jam kurang lebih perjalanan kami dari ubung ke gilimanuk.

dan akhirnya sudah diatas fery menuju banyuwangi



dan akhirnya pukul 07.xx kereta sri tanjung berangkat menuju solo.




Untuk rincian biaya yang saya ingat adalah
kereta sri tanjung solo- banyuwangi @35.000
kapal fery banyuwangi – gilimanuk @6000
bus gilimanuk – ubung @20.000
ojek ubung – kuta @20.000
biaya makan relatif murah sekali makan antara 7000-12000

untuk biaya yang karena kami dapat tumpangan dan pinjeman motor akhirnya gak keluar adalah hotel popis lane dan sewa motor
hotel per kamar mulai dari 50.000 – 100.000an
sewa motor per 24 jam mulai dari 50.000 – 80.000
oleh2 itung sendiri aja ya…..

You may also like...

2 Responses

  1. nice object plus its captured with nice photographer, perfecto! 😀

    kapan-kapan ajaklah sekali-sekali hahaha :p

  2. wedew jelek jelek gtu ah. kamu mah karena aku ********* aja kan hahahahahaha

    hemmm susah deh klo ngajak kamu tar….
    pasti ijinnya aja susah apalagi udah di jalannya ……….. 😀

Leave a Reply