Belajar Touring, Kedung Ombo dan Kedung Ponggok

Sebelumnya kami ada semacam nongkrong bareng temen- temen bikepacker di taman Sriwedari Solo, ngobrol sambil meneguk susu atau kopi. Perkenalan karena belum semua pernah ketemu dan saling kenal kemudian cerita sedikit dari saya, Gibran dan Chris. Acara nongkrong bareng di tutup dengan bermotoran keliling kota Solo atau bahasa jawanya Rolling Thunder. Kembali ke kantor untuk istirahat sebentar sambil menunggu beberapa teman yang masih shift kerja. Akhirnya pukul 01:30 kami start berangkat menuju Kedung Ombo dari Kartasura. Perjalanan tengah malam yang saya bilang Ugal- ugalan dan kebut- kebutan karena tidak seperti sebelum2nya saya biasa memacu motor stabil di kecepatan 60-80 kpj tidak kali ini karena mengikuti pemimpin touring saya terpaksa nyelip bus dan truck selip kanan selip kiri dengan kecepatan rata- rata 80-100 kpj. Touring yang tidak rapi dan sebenernya kurang baik karena bisa meninggalkan yang lain serta bisa juga menyebabkan kemungkinan kecelakaan lebih tinggi. Alhasil karena di tempuh dengan kecepatan cukup tinggi yang tadinya perkiraan kami 3 jam perjalanan kami selesaikan 2 jam kurang perjalanan.

Gerbang sudah di palang

Tiba di gerbang loket masuk kawasan wisata Kedung Ombo otomatis sudah tutup dan tidak seperti yang saya bayangkan yaitu ada semacam spot yang bebas masuk tanpa bayar. Karena pintu palang masih bisa di lewati akhirnya kami masuk secara ilegal ( jangan di tiru ). Beberapa teman sengaja tidak tidur dan saya sendiri memilih segera istirahat tidur di lapak warung tepi kedung. Subuh datang dan mentari menghampiri kami bersamaan datangnya bapak penjaga kedung. Bapak penjada kedung berpesan segera membongkar Tenda yang telah kami buat semalam. Niatnyaa mendirikan tenda cuma untuk berfoto karen tidur di mana pun jadi. Untuk menghormati pesan pak penjaga tenda langsung saya minta segera di bongkar.

Yudha dan Iqbal Tidur di luar

Joko Siap- siap tidur dalam tenda

Ucup dan Joko Bangun Tidur

Aan melihat lihat sekeliling

Menikmati hangatnya mentari

Dari Kiri : Cahyo, Yudha, Aan, Fathur, Ucup, Iqbal, Ali

Full Team, Kiri ke kanan : Ali, Iqbal, Aan, Cahyo, Ucup, Yudha, Chris, Joko, Fathur

Selesai membongkar tenda kami ambil foto, tak banyak sih karena keburu tidak enak dengan pak penjaga. Selesai Berfoto kami meninggalkan Kawasan bendungan waduk Kedung Ombo. Keluar gerbang loket kami di hadapkan jalan belok ke kiri atau kanan? yang jelas kalau kanan kami arah kembali pulang. Akhirnya kami sepakat untuk mencoba explore jalur arah ke kiri. Ya benar saja ternyata di sekitar rumah makan Apung Kedung Ombo ada tempat yang ciamik untuk bersantai dan mendapat banyak stok foto.

Cukup lama kami bersantai dan berfoto hingga capek tak terasa lagi kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Kartasura. Sambil berhenti di setiap spot yang bagus kami sempatkan untuk mengambil foto. Tak jauh dari Kedung Ombo di daerah Sragen kami berpisah dengan salah satu rombongan kami yaitu chris yang akan melanjutkan perjalanan menuju Salatiga.

Lagi, perjalanan dengan kecepatan relatif tinggi dan membuat rombongan terpisah dan yang akhirnya tetap harus saling tunggu. Bukan lebih cepat sampai di kantor lagi namun justru lebih lama karena beberapa kali berhenti untuk menunggu. Tiba di Kantor badan rasanya sangat lemas dan capek, yang lain ada yang tidur dan saya sendiri bersama Yudha dann Ikbal menuju warung untuk sarapan. Selesai sarapan sesuai rencana kami bertiga yaitu melanjutkan ke Umbul Ponggok Klaten. Karena di Kedung Ombo tidak bisa berenang maka kami mencari alternatif untuk berenang. Umbul Ponggok ini termasuk wisata pemandian yang baru terkenal dan lebih sering di gunakan untuk foto- foto bukan untuk renang. Seperti yang lain kami juga melakukan ritual foto- foto dalam air bersama atau tanpa ikan.

Joko

Yudha

Iqbal

Ikan

Berempat

Fathur

Katanya Iklan Shampo

You may also like...