[ DIENG ] Koper dan Ransel edisi Dieng The Abode of Gods

Berhari-hari, berminggu -minggu, dan setelah dua bulan kaki ini tidak melangkah akhirnya tiba saatnya menggoyangkan bumi Jawa. Dieng plateu, ya sebuah daerah yang terletak di Wonosobo dan Banjarnegara ini mempunyai banyak peninggalan sejarah para dewa.
Dari Bintaro saya bersama teman satu kantor memulai perjalanan dari kantor menuju Kuningan kemudian di lanjutkan naek bus Transjakarta. Sewaktu di halte Halimun detak jam masih terus bergerak memutar dan waktu menunjukkan pukul 19:xx WIB makin mendekati waktu keberangkatan bus malino putra menuju Wonosobo. Sesuai saran temen saya yang sudah tiba di Pulogadung saya langsung keluar halte dan mencari ojek untuk segera tancap gas ke Pulogadung. Alhamdulillah dapatlah harga ojek 30ribu abang tukang ojek langsung tancap gas beeerrrrrr wus wus wus sesuai instruksi saya “bang ngebut ya bang!!!” setelah setengah jam tibalah di Pulogadung eh ternyata si abang belum tau PTC Pulogadung dimana walhasil kami nyasar sampai mall kelapa gading huhuhu…
Pukul 21:xx bus malino putra berangkat menuju Wonosobo, dan karena perjalanan malam hari saya pilih untuk tidur saja.. zzzzzZ Z Z ….
Pukul 10:xx wib barulah kami sampai di Wonosobo, dan langsung turun di pertigaan menuju Dieng. Setelah 10 menit menunggu akhirnya bus makro menuju Dieng merangkak perlahan. Pukul 11:xx wib Alhamdulillah sampai juga kami di Dieng Plateu Abode Of Gods. Untuk sementara kami istirahat di homestay yang sudah di pesan oleh temen kami team koper :D.
Perburuan di hari pertama adalah ke kawasan candi Arjuna, selain bernarsis ria saya juga sempatkan untuk mengambil view sekitar candi Arjuna.

Setelah dari candi Arjuna kami team ransel bersiap menuju Telaga Cebong untuk camping agar paginya bisa langsung muncak ke puncak Sikunir 😀
pukul 03:xx pagi hari kami berlima sudah terbangun dan bersiap menuju puncak bukit sikunir.
Mt. sindoro, sumbing, merapi merbabu
Dilanjutkan perburuan foto menuju kawa sikidang yang masih terbilang dekat dengan puncak bukit sikunir.
kawah sikidang
Terlalu lama di kawah sikidang rupanya membuat kepala pusing dan nafas sesak. Puas berfoto kami segera menuju tepmat parkir mobil dan melanjutkan ke telaga warna, konon katanya telaga ini airnya dapat berubah rubah. Telaga warna di bagi menjadi dua telaga yaitu di pisahkan pulau kecil yang dapat di lihat dari puncak si dengkeng dan puncak DPT.
telaga warna
telaga warna
telaga warna from the top DPT
dan terakhir adalah ke kawah sileri yang letaknya sdah mendekati dengan homestay dimana team koper menginap. seperti kawah sikidang yaitu sileri masih aktif dan mengepulkan asap berwarna putih berbau belerang. sesapainya di kawahpun kami disambut tetesan gerimis hujan. sontak rombongan mengangkatkan kaki dari kawasan kawah dan berbalik menuju parkir mobil.

You may also like...

1 Response

  1. May 7, 2015

    Free Piano

    I ran into this page accidentally, surprisingly, this is a amazing blog :-). The site owner has carried out a superb job of putting it together, the info here is really insightful. You just secured yourself a guarenteed reader.

Leave a Reply