[ JAWA ] Solotravel Keliling Pulau Jawa II

Jalan Jalan Keliling Pulau Jawa.

Jujur saja saya bukan pengangguran tapi ketika mendapat libur panjang selama 14 hari tanpa cuti itu mencengangkan banyak orang. Ya sepertinya mustahil bagi seorang karyawan mendapat libur panjang 14 hari tanpa cuti. Karena tawaran dari seorang teman untuk tukar jadwal agar saya bisa libur dahulu akhirnya saya ambil saja, kenapa tidak? Ibaratnya saya dapat rejeki nomplok kok di tolak. Saya bekerja di salah satu operator seluler di Indonesia yang dengan sistem kerjanya adalah shift jadi karyawannya bisa melakukan tukar shift untuk mendapatkan libur. Akhirnya usaha mengotak atik jadwal agar sempurna liburan panjang saya selesai juga. Sore pukul 17:00 WIB saya diantar teman satu kosan saya menuju agen travel untuk menuju Bandung. Ya tujuan pertama saya adalah Bandung karena ada acara pernikahan teman satu kelas sewaktu kuliah. Hari sabtu tanggal 17 november  2012 di desa cigugur girang bandung barat saya hadir di acara pernikahan Mulya erik. Selesai menikmati pesta acara pernikahan pukul 13:00 WIB saya segera pulang ke kosan adik saya di dayeuh kolot, namun sebelumnya saya mampir ke agen bus jurusan Solo. Dengan membeli tiket bus jurusan Solo dan turun di Boyolali saya memulai perjalanan keliling Jawa timur, Jawa tengah, dan Jawa barat.

Sebelum saya menuju Jember Jawa timur saya sempatkan untuk mampir ke Boyolali. Rencana awal adalah mampir Boyolali untuk mendaki 3 gunung sekaligus yaitu Merapi, Merbabu, dan Lawu. Namun karena cuaca saat itu tidak memungkinkan maka saya cuma berhasil mendaki gunung Merapi. Pada awalnya saya akan mendaki sendiri tetapi karena saudara sepupu saya pengen merasakan nikmatnya mendaki gunung maka saya ijinkan untuk ikut. Pendakian diawali dari terminal Boyolali setelah saya turun dari bus jurusan Bandung- Solo. 18 November 2012 tiba di Boyolali pukul 07:00 WIB, tidak seperti biasanya yang pada pukul 05:00 WIB bus sudah paling telat tiba di Boyolali. Di tengah perjalanan bus yang saya tumpangi mengalami kemacetan di daerah Cirebon karena ada perbaikan jalan. Karena sudah mulai siang maka saya sekaligus sarapan di terminal sembari menunggu saudara sepupu saya datang. Selesai sarapan jeda 15 menit saudara sepupu saya datang juga. Ada dua saudara sepupu saya mereka kakak beradik, jadi pendakian ke gunung Merapi kami lakukan bertiga. Sebelum lanjut menuju Selo kami melengkapi peralatan terlebih dahulu di pasar Sunggingan dan menunggu bus menuju Selo.
             
Pukul 08:00 WIB bus menuju Selo diberangkatkan, dengan ongkos Rp 7000 kami diantarkan sampai Selo. Setibanya di Selo sebelum melapor ke basecamp kami mampir ke Galaxymart untuk membeli logistik. Baru setelah lengkap logistik kami segera menuju basecamp Merapi untuk mendaki. Pendakian dimulai pada pukul 11:00 WIB dengan start dari basecamp.

Gunung Merapi adalah gunung yang terletak di Magelang, Boyolali, Klaten, dan Sleman. Dengan ketinggian 2968mdpl gunung Merapi merupakan gunung teraktif di indonesia. Untuk saat ini gunung Merapi hanya dapat di daki melalui jalur pendakian New Selo. Sedangkan untuk jalur dari Kaliurang sudah rusak terkena longsor letusan pada 2010 lalu. Dan saya sendiri melakukan pendakian melalui jalur New Selo. Dengan lama perjalanan adalah 5 jam sampai pasar bubrah. Dari basecamp menuju pos 1 dapat ditempuh selama 3 jam perjalanan santai dan normal dengan jalur berupa tanah sedikit terjal dan dipayungi pepohonan. Kemudian lanjut dari pos 1 menuju pos 2 memakan waktu 1 jam dengan medan tanah berpasir terjal dan pepohonan sudah mulai berkurang. Dan untuk pos 2 sampai Pasar bubrah memakan waktu 1 jam juga dengan medan bebatuan terjal disusul jalur pasir terjal ketika mendekati Pasar bubrah. Untuk lama perjalanan dari Pasar bubrah hingga puncak biasa ditempuh selama 1 jam, namun saya sendiri belum sampai puncak karena cuaca mendung dan berkabut. Setelah kami camping semalam dengan dihiasi hujan badai sampai pukul 24:30 paginya kami di beri cuaca yang lumayan cerah untuk diabadikan.
cerita lengkap tentang merapi disini : pendakian merapi 
          
Pada 19 November 2012 pukul 09:00 WIB karena hari semakin siang dan terik matahari sudah membakar kulit kami, maka kami segera berbenah untuk meninggalkan Pasar bubrah. Pukul 10:30 WIB kami meninggalkan pasar bubrah menuju pos 2 dengan lama perjalanan 30 menit. Istirahat sebentar di pos 2 sambil makan cemilan dan minum seteguk air putih sebelum lanjut ke pos 1. Setelah dirasa cuku beristirahat kami melanjutkan menuju pos 1 dengan lama perjalanan adalah 1 jam dengan di iringi kabut tebal dan gerimis. Sesampainya di pos 1 rasanya hati sudah lega karena kami berpikir bahwa sudah dekat dengan new selo. Tapi ternyata 1 jam sudah lewat pun perjalanan kami rasa masih belum mendekat ke new selo. Karena penasaran maka ketika bertemu dengan orang yang sedang mendaki saya paksakan untuk bertanya, saya : “mas new selo masih jauh ya?” pendaki : “oh sudah dekat mas tinggal setengah jam lagi kira kira” . Mendengar kata “setengah jam” saya kembali semangat untuk mengayunkan kaki, dan ternyata benar setelah setengah jam tak terasa saya dan mas yusuf kakak sepupu saya sampai duluan di new selo dan di susul 15 menit kemudian oleh mas basri kakak sepupu saya juga.
*informasi penting yang dapat saya sampaikan :
1. Untuk menuju basecamp gunung Merapi sebelum pendakian melalui jalur selo dapat ditempuh dari beberapa kota.
a. Jika anda berasal dari Jakarta : anda dapat menaiki bus jurusan Jakarta – Solo dan turun di terminal Boyolali dengan tarif Rp 120.000,- hingga Rp 160.000,- tergantung bus yang anda gunakan. Kemudian dari terminal Boyolali alangkah baiknya anda mencari bus ke Selo di pasar Sunggingan yang letaknya tak jauh dari terminal. Jika anda sering berjalan kaki maka pilihlah untuk berjalan kaki karena jaraknya hanya sekitar 1km dari terminal. Untuk bus jurusan selo ini berangkat dari pasar sunggingan menunggu penumpang penuh jadi pilihlah pagi hari berangkat dari pasar Sunggingan dengan membayar Rp 7000,- . Dan setelah sampai Selo anda dapat berjalan sekitar 3 km menuju basecamp. Untuk biaya lapor dan masuk TN gunung Merapi adalah Rp 5000,-.
b. Jika anda dari bandung : anda dapat menaiki bus jurusan Bandung – Solo sama untuk turunya tetap di terminal Boyolali dengan tarif antara Rp 75.000,- hingga Rp 120.000,-. Dari terminal boyolali menuju Selo sama seperti yang saya jelaskan di atas.
c. Jika anda dari Semarang : anda dapat menaiki bus jurusan Semarang – Solo dan turun di terminal Boyolali dengan tarif Rp 5000,- untuk ekonomi AC atau Rp 10.000,- untuk yang Patas.
d. jika anda dari Solo maka tinggal kebalikan dari semarang dengan tarif yang sama.
e. Untuk anda dari daerah Jawa timur anda dapat menuju kota Solo terlebih dulu baru ke Boyolali.
2. Untuk yang belum lengkap logistiknya anda dapat melengkapi di pasar sunggingan atau dapat juga di mini market yang terletak 100m dari bundaran pemberhentian terakhir bus.

Baiklah lanjut cerita menuju kota Jember, pada hari Rabu tanggal 21 november 2012 pukul 21:00 WIB saya diantarkan ayah menuju terminal Boyolali. Ya memang sebelumnya pada tanggal 19 , 20, dan 21 saya sempat berisitirahat di rumah yang tak jauh dari gunung Merapi. Berangkat dari Boyolali menuju Surabaya dengan transit terlebih dahulu di terminal Tirtonadi Solo. Dari terminal Tirtonadi Solo saya naek bis jurusan Jogjakarta – Surabaya dengan lama perjalanan Solo – Surabaya adalah 6 jam. Tiba di terminal Bungur asih pada pukul 04:00 WIB  22 november 2012  pas banget adzan subuh sekalian shalat subuh di terminal Bungur asih. Dari Surabaya saya mencari bus yang ke arah Ambulu, Karena masih pagi bus yang langsung ke Ambulu tidak ada maka dapat naek bus jurusan Lumajang dan turun di terminal  Wonorejo. Dari Surabaya menuju Wonorejo memakan waktu selama 4 jam. Dan di terminal Wonorejo saya menunggu bus yang menuju Ambulu, kata petugas terminal bus menuju Ambulu datang sekitar jam 09:00 atau jam 10:00 WIB. Dari Wonorejo menuju Ambulu lama perjalanannya adalah 3 jam. Sesampainya di Ambulu untuk menuju pantai papuma saya memanfaatkan jasa ojek. Dari Ambulu menuju pantai Papuma memang tidak ada kendaraan umum maka satu satunya adalah ojek. Selama 1 jam perjalanan menuju Papuma saya di hidangkan oleh pemandangan bukit dan hutan yang bikin mata adem. Mata saya melihat serasa sedang di Gunung kidul, ya karena alam di sekitar pantai Papuma memang mirip dengan keadaan alam di pantai Gunung kidul. Tiba di pantai  Papuma saya segera jalan jalan perlahan ke sekitar pantai pasir putih dan menyisir menuju ke batu besar. Kemudian setelah ashar saya memilih stay di Sitinggil untuk menunggu sunset, namun cuaca mendung hingga matahri tak tampak lagi.

   
Dan malamnya saya menginap di mushola papuma, awalnya takut juga kena marah tapi malah pada malam harinya di tawari oleh pemilik penginepan untuk menginap di lobby homestay secara gratis. Malu ya karena malu saya tetap memilih tidur di mushola. Pada esok harinya 23 November 2012 pukul 03:45 WIB saya bangun sesuai alarm hape yang saya seting. Sebelum adzan subuh berkumandang saya sengaja memasak air panas untuk membuat energen sebagai sarapan. Selesai memanaskan air dan membuat energen saya shalat terlebih dahulu dan kemudian berbenah. Selesai berbenah energen yang saya buat malah belum saya minum akhirnya saya tenteng aja menuju Sitinggil karena takut sunrise datang lebih awal. Usai mengabadikan keindahan sunrise yang malu malu saya segera balik ke mushola untuk menunggu pak ojek menjemput. Pukul 08:00 pak ojek benar sudah datang dan saya memutuskan mandi sebentar di mushola sebelum lanjut menuju Ambulu dan ke Kawah Ijen. Cerita tentang papuma ada disini : bersantai di papuma

Hari jumat pukul 13:00 seusai shalat jumat saya meninggalkan Ambulu, awalnya saya berjalan kaki menuju terminal Ambulu yang kira kira berjarak 5 km namun setelah sampai ternyata terminal sepi dan tak ada bus yang ke situbondo. Sesuai saran penjaja cendol di depan terminal maka saya balik lagi ke mesjid Ambulu dan di depan mesjid ada pangkalan taksi alias angkot. Dari Ambulu saya menuju Ajung dengan taksi membayar 10ribu baru kemudian melanjutkan ke terminal Arjasa jember dengan tarif Rp 5000,-. Nah baru dari terminal Arjasa saya naik bus sedang yang ke arah Situbondo. Turun di Gardu Ata Bondowoso jalur menuju Kawah ijen saya membayar Rp 7000,-. Di Gardu Ata kalo dari pagi sampai siang ada taksi ( ELF atau engkel ) yang menuju desa Sempol. Dengan membayar Rp 15.000,- taksi berhenti di ujung trayek yaitu Sempol. Di Sempol sebelum melanjutkan ke paltuding pos terakhir sebelum mendaki ke kawah ijen bisa mengisi perut atau melengkapi perbekalan makanan dengan harga yang terjangkau. Untuk transpotasi dari Sempol menuju Paltuding tidak ada kendaraan umum, namun jika beruntung ada truk penambang belerang lewat bisa menumpang tapi jika tidak ada bisa menggunakan jasa ojek seharga RP 50.000 – Rp 60.000,-. Setibanya di Paltuding saya dihadapkan dengan warung, pos penjagaan dan wajib lapor, beberapa homestay sederhana dan homestay yang sedang dibangun. Pengunjung wajib melapor sebelum mendaki ke Kawah ijen, dan untuk saat ini pengunjung dilarang turun sampai ke kawah atau danau kawah. Mohon jangan bilang orang lain kalau saya nekat turun demi si api biru Kawah Ijen. Informasi yang saya dapat dari penambang jika anda ingin meihat api biru maka datanglah dini hari untuk mendaki dan jangan rombongan lebih dari 3 orang karena akan sedikit mengganggu mobilitas para penambang melewati jalur terjal nan curam. Pada dini hari jam 01:30 WIB tanggal 24 november 2012 saya berangkat menuju sumber api biru dari Paltuding. Lama perjalanan yaitu 3 jam dengan melewati jalan setapak dan menuruni bebatuan terjal yang mudah longsor. Selama mengabadikan api biru saya tidak berlama- lama karena gas belerang yang berbahaya membuat saya segera pergi. Berikut foto – foto api biru dan sekitar Kawah Ijen. Untuk pendakian pegunungan ijen ada disini : api biru si kawah ijen
    
    
Info penting untuk menuju pantai Papuma dan Kawah Ijen :
1.    Jika anda dari Solo menuju anda dapat menuju Surabaya terlebih dahulu menggunakan bus tarifnya Rp 30.000,- atau dapat juga dengan kereta Rp 28.000,-. Dari Surabaya naik bus jurusan Ambulu, atau dengan alternatif ke Wonorejo terlebih dahulu baru ke Ambulu dengan total biaya transpotasi Rp 26.000,- + Rp 12.000,-. Untuk menuju pantai papuma dari Ambulu dengan ojek tarifnya RP 30.000,-
2.    Jika dari ambulu ingin menuju kawah ijen tinggal meneruskan dengan melanjutkan ke terminal Arjasa Jember naik taksi tarifnya Rp 10.000 + Rp 5000,-. Kemudian dari terminal Arjasa lanjutkan ke Gardu Ata dengan bus jurusan Situbondo tarifnya Rp 7000,-. Barulah dari gardu ata naik taksi menuju desa Sempol membayar RP 15.000,- . Dari Sempol silahkan naik ojek karena tidak ada kendaraan umum menuju Paltuding, tarif ojek Rp 50.000 – Rp 70.000,-
3.    Jika anda dari Solo, Jogja, Bandung atau  Jakarta tanpa mampir ke pantai Papuma Jember saran saya adalah anda menuju Banyuwangi dengan kereta atau bus. Untuk kereta Jogja / Solo – Banyuwangi adalah Rp 35.000 dan bus tarifnya adalah Rp 80.000,-. Dari Banyuwangi lanjut menuju desa Licin dengan naik ojek Rp 20.000,- dan dari desa Licin ke Paltuding dengan ojek juga Rp 30.000,-
4.    Jika ingin melihat api biru yang bagus maka sebaiknya datanglah musim kemarau maka apinya akan besar dan indah.
5.    Jika anda seorang wanita maka hindari pejalanan sendiri dan malam hari karena daerah menuju Sempol masih rawan perampokan.

Dan setelah dari Kawah Ijen saya melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran Situbondo. Jika setelah turun dari Kawah Ijen menuju banyuwangi maka TN Baluran ini tak jauh dari Banyuwangi. Dengan menempuh lama perjalanan 1 jam maka sudah sampai di gerbang selamat datang TN Baluran. TN ini menyediakan pemandangan hutan ala Afrika dan pantai yang tenang serta masih alami. Dari gerbang TN  menuju padang savana dan pantai Bama dapat di tempuh dengan ojek sejauh 15 km. Tarif ojek di sini adalah Rp 70.000 pulang pergi dan ditunggu dimana anda akan bersantai. Satu jam saya tempuh perjalanan menuju padang savana dengan ojek pak Wagino. Sekedarnya saya ambil foto di sekitar padang savana.
Dan di lanjutkan menuju pantai Bama sebuah pantai yang tenang dan sepi cocok untuk bersantai dan melepaskan penat karena kerja. Lama tempuh dari padang savana menuju pantai Bama adalah 15 menit. Pantai Bama adalah pantai dengan pesona sunrise, sehingga cocok jika menginap dan menikmati matahari pagi. Untuk cerita tentang TN baluran ada disini : afrikanya jawatimur
    
Setengah hari di TN Baluran saya rasa cukup karena masih harus melanjutkan ke Madura dan Serang.
Info tentang Taman Nasional Baluran :
1.    Di Taman Nasional ini terdapat penginapan yang di kelola oleh pihak perhutani jadi tidak usah risau untuk memikirkan bagaimana jika ingin menginap dan menikmati sunrise. Dengan tarif perkamar adalah Rp. 50.000
2.    Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi tidak perlu khawatir karena terdapat ojek yang dapat mengantar anda.
3.    Untuk akses menuju Taman Nasional ini dapat di tempuh dengan menuju ke arah banyuwangi dan minta di turunkan di depan gerbang taman nasional yang terletak di pinggir jalan raya sehingga mudah menemukannya.

Menaiki bus Akas jurusan Banyuwangi – Madura dengan lama perjalanan 5 jam membayar Rp 55.000,- berangkat pukul 21:00 dari Situbondo dan tiba di Bangkalan 02:00 WIB 25 November 2012 terpaksa mengemper sejenak di pos polisi hingga subuh datang. Selama di Madura saya berhasil mejelajah ke Torowan, Slopeng dan Sumenep. Dari Bangkalan menuju Torowan dengan transit di Arosbaya terlebih dahulu, Bangkalan – Arosbaya Rp 5000,- dan Arosbaya – Torowan Rp 10.000,-.
    
Sekedarnya mengambil foto kemudian saya melanjutkan ke pantai Slopeng dan Sumenep. Di pantai Slopeng pemandangan seperti pantai berpasir putih pada umumnya tidak ada yang spesial. Tujuan selanjutnya adalah Sumenep, karena saya mendapat info dari kenek len bahwa di Sumenep ada Karapan Sapi. Transit di Tambru dengan membayar tarif len Rp 5000,- dan di sambung menuju Sumenep dengan len juga tarifnya Rp 10.000,- 

cerita tentang madura : karapan sapi madura
    
Info tentang Madura :
1.    Untuk kendaraan umum menjelajah kota Madura tidak banyak jadi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau rental mobil.
2.    Bersikap ramahlah kepada penduduk asli karena sesungguhnya mereka ramah dan baik, hanya saja nada bicaranya memang sedikit keras.
3.    Jika anda ingin menikmati lomba Karapan Sapi datanglah pada bulan November – Desember karena menurut orang Sumenep biasanya karapan sapi diadakan pada bulan itu.
4.    Akses menuju Madura satu satunya jalan adalah dengan transit menuju Surabaya terlebih dahulu dan tarif bus Surabaya – Sumenep adalah Rp 36.000,-

Info tambahan untuk harga makan di Jawa tengah dan Jawa timur tidak usah khawatir selama itu bukan di terminal, stasiun dan bandara saya jamin harganya murah. Untuk makan dengan sayur dan lauk ayam goreng dan minum es teh manis harganya antara Rp. 10.000 – Rp. 15.000,-.
Rampung menjelajah Jawa tengah dan Jawa timur saya segera menuju Serang Jawa barat, ujungnya barat pulau Jawa. Tujuan ke Serang adalah ke Rawadano dan villa camping hutan di Carita. Untuk perjalanan dari Jawa timur menuju Jawa barat saya sempatkan untuk mampir ke Jawa tengah yaitu pulang ke rumah di Boyolali. Dari Boyolali ke Serang pun saya mampir dahulu di Bandung. Tanggal 30 November pukul 17:00 WIB berangkat menuju Kampung Rambutan dari terminal Leuwi Panjang bertemu dengan teman- teman yang lain. Perjalanan terakhir saya di Serang ini memang tidak sendiri lagi karena saya ikut trip. Tarif bus dari Bandung ke Kampung Rambutan adalah Rp 45.000,- dengan lama perjalanan 3 jam. Bersama teman- teman ada yang baru kenal ada juga 4 teman yang sudah kenal sebelumnya menuju Serang dengan lama perjalanan 2 jam membayar tarif bus Rp 18.000,-. Tiba di Serang kami di tampung di kampus Untirta untuk menginap semalam sebelum keesokan harinya melanjutkan ke Rawadano. Usai shalat subuh kami berangkat menuju Rawadano, sebuah hutan rawa di pinggiran Serang. ini dia cerita singkat di serang : ujung barat pulau jawa
   
          
Info untuk Rawa dano :
1.    Sebaiknya anda mempunyai link warga desa rawadano agar di siapkan sampan untuk keliling rawadano.
2.    Bawalah makanan ringan yang banyak serta air minum karena dari tempat parkir mobil menuju rawadano akan berjalan kaki selama 3 jam.

video perjalanannya

You may also like...

3 Responses

  1. agen bola says:

    wahhh.. g usah keluar negri segala untuk menikmati keindahan yg ada di dunia… di indonesia masih banak yang belum di jelajah

  2. @agen bola : iya om kayaknya waktu seumur hidup pun tak cukup untuk menjelajah indonesia yang kaya dan beragam ini 😀

  3. admin says:

    thanks for your apreciation…. 🙂

Leave a Reply