Kerajaan Kelud & Benteng Simpang Gumul

Tetiba tebangun dan menyalakan dupa bul bul bul asapnya kemudian menyebar ke seluruh penjuru ruang dan mengharumi, laptop ku nyalakan dan sudah siap camilan menemani menulis hari ini. Rasanya masih malas ntuk menari nari kan jemari agar tercipta rentetan kalimat. Perlahan kata demi kata berhasil aku susun menjadi beberapa kalimat. Otak memberikan arah kemana judul yang harus aku tuliskan. Ya kali ini aku ingin bercerita tentang Gunung Kelud dan Benteng Simpang 5 Gumul. Jadi sepertinya menurut hayalanku bahwa simpang 5 gumul ini ada hubungan dengan gunung Kelud, benteng yang berdiri megah di simpang 5 Kediri ini sebagai benteng pertahanan gunung Kelud. Serangan bertubi tubi berhasil di tahan dan di tangkis oleh benteng ini. Banyak orang datang dengan berbagai senjatanya masing masing, ada yang bawa bazoka, pistol, geranat bahkan ada pula yang bawa meriam. Cekrek cekrek bunyi pistol dan di ikuti crak crak crak suara letupan bazoka dan meriam namun benteng tetap berdiri kokoh dan gagah. Menjelang senja beberapa penyerang mulai megundurkan diri karena sudah tak mampu lagi dan beberapa orang masih menyerang dengan segala cara. Saya sendiri dan pasukan terus berusaha agar bisa menjebol pertahanan benteng ini. Tiba lah petang hari dan kami sudah berhasil melewati pertahanan benteng simpang 5 Gumul.

20160129_170136 20160129_170150 20160129_181058

Dengan kereta kencana kami terus melaju menuju kerajaan kelud, karena capek dan kehabisan amunisi kami berhenti sejenak untuk mengisi tenaga dan recharge amunisi. Berkumpul dengan para prajurit kerajaan Kelud berkendara tank baja dan mengangkut mesiu hitam. “Bu kerajaan Kelud masih jauh bu? ” tanya ku pada ibu penjual amunisi, kata si ibu masih satu jam lagi untuk sampai depan gerbang kerajaan. Kemudian lanjut memacu kereta kencana dan sejam kemudian gerbang kerajaan sudah tutup. Tiga jam kami menunggu di depan gerbang kerajaan dan akhirnya di bukain, pada saat menunggu ternyata kami kedatangan pasukan lain yang berhasil lolos dari benteng. Memasuki kawasan kerajaan Kelud dengan jalur berkelok naik turun dan karena masih dini hari tiada penerangan sama sekali mengharuskan kami berhati- hati dalam berkendara. Setengah jam kemudian kami tiba di pelataran kerajaan dan tarataaaa sudah ada pasukan lain yang mendirikan barak menunggu pintu kerajaan di buka. Seusai shalat subuh kami menunggu pintu di buka dengan melakukan pemanasan bidik sana dan sini cekrek sesekali menembak. Tak lama sedang asiknya pemanasan datang prajurit kerajaan dengan sayap dan sengatan di pantatnya. Kami mencoba menghindar serangan prajurit itu lari kesana lari kesini namun tetap saja kami tidak di beri ampun. Akhirnya kami juga tak mau kalah kami serang balik dan bam bam bam mereka jatuh satu persatu. Setelah berhasil mengalahkan prajurit lebah pintu kerajaan di buka.

IMG_1778 IMG_1779 IMG_1780 IMG_1784 IMG_1796 IMG_1805 IMG_1808

Berjalan perlahan menuju pusat kerajaan dengan melintasi jalanan naik turun kanan kiri tebing curam seolah sudah menani kami yang sedang melintas. Di depan jembatan yang sudah runtuh kami di cek oleh penjaga dan pengawal kerajaan. Setelah lolos dari pemeriksaan kami lanjut menuju puncak kerajaan. Sungguh megah dan indah kerajaan yang di bangun di atas gunung Kelud. Tebing bergaris dan bergelombang seolah sedang di negeri hayalan. Di bawah sana terdapat air tejun di tengah lembah jurang nan dalam. Sedangkan di atasnya berdiri menara menara seolah berdiri sebagai paku bumi. Namun apa boleh buat kami tidak bisa masuk ke dalam istana kerajaan karena ketatnya penjagaan.

IMG_1823 IMG_1700 (1) IMG_1705 (1) IMG_1714 (1) IMG_1716 (1) IMG_1690 IMG_1693

Kapan kapan kita coba lagi masuk ke istana kerajaan Kelud ya 😀

Video Explore Jawa Timur

 

You may also like...

Leave a Reply