[ MALANG ] ” Tamasya “

Jumat 23 maret 2012 11.xx wib terdamparlah di stasiun pasar senen, terlihat riuh manusia ramai membeli tiket kereta api. terdengar suara dentuman besi bersentuhannya roda kereta dengan jalur rel kereta api. sembari berjalan menujuloket dan mencari seorang teman hape di saku celana pun kuambil dan memanggil nama seorang yudha, tuttt tuttt tutttt “halloooo yud dmna loe??”
yudha menjawab “lah kan udah gue kabarin kita gak jadi miting poin di senen thurr tapi di tenabang!!!”
“oke dah gue langsung ke tenabang udah keburu shalat jumat nie!!!”
berlari menuju stasiun tenabang, beberapa puluh menit kemudian sudah sampai di tenabang. didepan loket pembelian tiket kereta api gue temuin yudha bersama angga, galih dan mbak leny, beberapa menit kemudian datanglah jamil dan abelho.
tak lama usai shalat jumat datanglah beberapa temen yang mau berangkat ke malang, ada beberapa wanita dan pria yang sudah menunggu dan kemudian bertambah teman lain yang gue belum kenal. scaning mata merekam beberapa wajah yang akhirnya ku tau namanya kini, yaitu seorang cewe yang kukira kira masih seumuran yaitu nurul widiani, kemudian ada yang ku kira lebih tua yaitu tante ike dan suci, di pojok belakang ada om refi dan eko yang sedang menyandar pada pagar betis. serta pasangan romantis tante yuli dan om hendra. dan beberapa teman lainnya seperti dita, anisa, gibran, dimas, srikandi, hasbi, benaya, dan masih banyaklagi yang tidak ku ingat namanya.
begitu semua personil lengkap dan siap berangkat keretapun sudah siap menanti di peron 5. tut tut tut tut bunyi kereta api berangkat menuju kediri dengan perkiraan waktu adalah 14 jam perjalanan. akhirnya di dalam kereta gue satu tempat duduk dengan eko, om refi dan kenal lagi dengan orang baru yaitu tante roro mendut serta di sebelah bangku ada tante yuli dan om hendra, kemudian tante keke, tante uci, tante fitri yang baru ku kenal juga dan nurul yang sedang galau. perbincangan kami di mulai dari canda tawa tentang om refi yang keselek nyamuk bikin gatel kerongkongannya wakakaka suara tawa terdengar satu gerbong kereta hasil ngakak dari tante keke dan suci.
suasana mulai makin tenang ketika malam larut telah tiba. kira kira pukul 00:xx kereta berhenti sejenak di stasiun semarang beberapa orang ada yang makan pecel termasuk gue hahaha…
pagi hari kira kira jam 7 kami sudah turun dari kereta dan tiba di stasiun kediri dan melanjutkan perjalanan ke malang dengan elf. di tengah perjalanan kami mampir ke benteng atau tembok besar kediri
selesai berfoto ria mobil di lanjutkan menempuh daerah wisata air terjun coban rondo, coban berarti aer terjun dan rondo adalah janda jadi coban rondo adalah “aer terjun janda” sayangnya gue ga sempet bertanya banyak tentang coban rondo ini dan secara umum aer terjun ini kurangmemikathati gue karena aernya sedang tidak jernih dan sangat rame di kunjungi orang.
setelah puas berdingin dingin di coban rondo tujuan selanjutnya kebun apel selekta, dengan memasuki kawsan kebun apel yang sangat luas pengunjung dapat makan apel gratis di TKP tetapi jika ingin membawa beberapa kilogram apel boleh kok asal di bayar :P. kenyang makan apel??? buang energinya di BNS alias batu night spectacular yang terletak di kota malang juga. BNS terdapat banyak permainan yang di buat mirip dengan dufan.

Capek berputar putar di BNS menuju penginapan dan tidak lupa mampir makan di pujasera. perut kenyangpun mendukung untuk segera tidur tapi langit malam itu memikatku untuk mengabadikannya.
cahaya bintang bersinar ceria untuk gunung bromo.

takut KO dan kurang tenaga gue putusin untuk tidur sekejap di kursi ruang tamu rumah penginepan. sejam kemudian suara kemal membangunkan untuk bersiap menuju gunung bromo ternyata sudah menunjukkan pukul 02.30 waktu indonesia bagian bromo. tanpa banyak cerita langsung bergegas packing alat dan keperluan apa aja yang wajib di bawa. jeep menunggu di depan penginepan pada 03: 30 seraya gue teriakan “woy cepet ya jeep udah menunggu nehh” , dua jam perjalanan menuju gunung bromo dengan di selingi salah satu jeep rombongan kami yang mogok entah kenapa.

alhamdulillah tidak ketinggalan momen sambutan matahari pagi di penanjakan versi 2

tidak mengecewakan meskipun tak seindah pananjakan versi 1. ketika matahari sudah tak malu lagi menampakkan wajahya padaku kami melanjutkan ke kawah gunung bromo.

ketika yang lain sedang asik menuju puncak dan melihat kawah gue memilih berburu film sendiri di kaki gunung bromo dan gunung batok. entah kenapa sang bromo sedang berhenti merokok dan membuat gue kurang berselera menyaksikan kepulan asap rokok sang bromo.

dalam perjalanan pulang ke penginepan kami sempatkan mampir di bukit teletabis, iya memang tempat ini sangat mirip dengan bukit teletabis yang pernah tayang di televisi indosiar.

You may also like...

2 Responses

  1. Andryanto says:

    Nice trip story mas… Next time kalo ke Malang, coba jalan2 di daerah pusat kota.. Banyak tempat jalan2 dan wisata kuliner yang oke… kalo butuh tempat nginap, saya rekomendasikan di daerah pusat kota aja. soalnya transport lebih mudah dan ke mana-mana dekat. Ini hotel rekomendasi saya http://www.kartikagrahahotel.com

  2. mas andryanto : terima kasih mas 😀
    wah iya ni belum sempet muter2 kota dan wisata kulinernya.
    next time kalo sudah cukup uang maen ke malang lagi 😀

Leave a Reply