Naik Andong Melihat Alap- alap, Magelang Jawa Tengah

puncak Alap-alap

puncak Alap-alap

Baiklah sebenernya ini bukan beneran naik andong/ delman tapi ini adalah sebuah pendakian *huah gaya banget pendakian. Awalnya dari mana ya saya juga bingung, tapi intinya datang sebuah pesan lewat BBM yang menanyakan apakah boleh meminjam tenda?. Bersambung dengan obrolan secara langsung bahwa ucup mau meminjam tenda untuk naik ke gunung Andong. Entahlah saya mendadak galau dengan mau naik gunung dan di situ saya di ajak sekalian daripada cuma pinjam tenda katanya. Dan… saya pun tergoda ikut mereka naik Gunung Andong. Seminggu sebelum berangkat naik gunung Andong saya balik lagi dinas ke kota Tuban meyelesaikan beberapa pendingan kerjaan. Selesai kerjaan di Tuban tepatnya pukul 00:00 saya bertolak dari Tuban menuju Boyolali lewat Semarang karena oper bis cuma sekali. Sampai di Boyolali sudah terang dan waktu menunjukkan pukul 08:00. Sabtu 2 April 2016 sebelum ke Magelang saya benerin motor yang sedang rusak walau akhirnya tidak bisa di pakai ke Magelang juga. Kemudian packing yang mau di bawa untuk pendakian. Sudah 2 tahun lebih tidak naik gunung apakah saya masih kuat untuk memulainya lagi? ntahlah saya jalani saja. Tas carier kecil 50 liter saya isi dengan celana dan kaos ganti buat jaga- jaga kalau hujan kemudian hammock yang pada akhirnya gak di pakai dan beberapa roti serta minuman yang dibelikan sama ibu. Karena sleeping bag saya terlalu besar dan menuh- menuhin tas justru saya tinggalkan.

 

Meeting point di simpang 5 kota Boyolali bertemu dengan Ucup, Joko, Cahyo, Burhan dan Aan. Kami berangkat bertujuh di tambah saya dan adek saya Ahsin. Perjalanan dari Boyolali menuju basecamp pendakian kami tempuh dengan 5 motor saya sendiri, Joko sendiri, Ucup dengan Burhan, Cahyo dengan Ahsin dan Aan sendiri. Perjalanan santai jalanan pun ramai karena malam minggu banyak orang yang mencari hiburan dengan teman atau pacar ke kota atau sekedar ke tempat makan. Jalur yang kami lewati adalah Boyolali- Ampel- Ringroad Salatiga dan sebelum Ambarawa ada perempatan besar kalau ke kiri adalah ke arah Kopeng & Magelang. Kami ambil jalan kekiri arah Kopeng dan ikuti terus hingga tiba di daerah Ngablak Magelang. Tiba di Desa Ngablak kami di sambut beberapa warga yang memang menyiapkan rumah mereka untuk sekedar istirahat sementara para pendaki. Udara dingin suasana tenang dan sepi khas pegunungan. Merdu jangkrik beradu dengan tiupan angin menggetarkan pepohonan. Hening suasana malam tiba- tiba pecah oleh canda tawa kami sebelum menanjak menuju puncak Alap- alap. Konon kata warga pendakian via Gogik ini cuma butuh waktu 1,5 jam jalan santai.

Gunung Andong

Gunung Andong

Waktu sudah menunjukkan pukul 00:00 kami segera bersiap memulai pendakian. Jalur pendakian via Gogik ini di awali dengan melewati jalan setapak samping sebuah pondok pesantren. Kemudian masuk ke kebun warga desa dan mulai berganti jalan setapak khas jalur gunung dengan di samping kanan kiri pohon cemara. Ternyata benar baru 15 menit pertama pendakian saya sudah merasa kecapekan dan nafas menjadi tersenggal- senggal. Pos 1 kami istirahat sebentar sambil mengisi tenaga dan saling koordinasi dengan yang lain. Setelah cukup istirahat kami melanjutkan pendakian dan herannya mulai masuk 15 menit kemudian badan saya terasa semakin panas di ikuti tenaga seperti mengisi terus. Sepertinya habbit tubuh saya sudah kembali lagi, ketika sudah panas berjalan jadi tak merasakan capek dan lemas. Namun di luar tenaga saya yang gak habis- habis ada Aan dan Ucup yang semakin kecapekan dan kami harus pelan- pelan dalam perjalanan. Pendakian kami sangat santai dan banyak istirahat namun tak terasa sudah 1,5 jam kami lalui namun belum juga tiba di puncak Alap- alap. Punggungan gunung sebelum puncak malam itu sungguh riskan bagi kami, punggungan yang hanya setapak di kanan dan kiri adalah langsung curam jatuh ke dasar. Jalan perlahan dan terkadang harus merangkak berhati- hati agar tidak terjatuh. Kabut dan angin kencang tiba- tiba datang menemani di akhir pendakian kami menuju puncak. Visibility menjadi sangat kurang karena tebalnya kabut yang menutupi jalan kami.

12936665_1196189017060107_2954395052266519008_n

Tiba di puncak Alap- alap sudah menunjukkan pukul 02:00 kami segera mendirikan tenda, ya tenda kapasitas 3 orang sedangkan 4 orang lagi tidur diluar tenda berbekal sarung. 2 jam pendakian membuat kami cukup membutuhkan waktu untuk istirahat agar esok harinya bisa menanti dan menikmati sunrise dengan segar. Saya, Ahsin, dan Cahyo tidur di luar tenda sedangkan Ucup hingga sang fajar hampir menghampiri sendiri menghabiskan 3 batang rokok dalam kegelapan dan dinginnya udara puncak Alap- alap. Pukul 05:00 kami terbangun dan angin berhembus kencang udara menjadi semakin dingin terpaksa badan kami saling berhimpitan agar tidak terlalu terasa dingin. Waktu menunjukkan pukul 05:30 dan langit mulai semburat memerah namun sepertinya matahari tidak muncul sempurna karena terhalang awan tebal menghitam. Guratan- guratan merah menghiasi langit biru gelap sudah cukup mengobati capek semalaman mendaki. Rumpu kehijauan pun perlahan mulai nampak dan menambah menghiasi frame kamera kami yang datang menikmati sunrise Gunung Andong.

11140007_1196556030356739_4024304940676728926_n

Awan UVO

10426744_1197673470244995_616660524796693053_n

Dengan Foreground Rerumputan

12512415_1196309170381425_424147007816537883_n

Sunrise Hunter

12670879_1196312560381086_852686961321167510_n

Selfie ria

12919925_1196311313714544_7182246588971364939_n

Abaikan

12920260_1196312943714381_934252681216044614_n

Travollution

12928345_1197164310295911_1012535898366061770_n

Kembang Kabur kanginan

12920394_1196312477047761_1841157315425172072_n 12923115_1196295417049467_8607928385350464305_n 12938107_1197080253637650_8312502855062373512_n 12938200_1200934273252248_6181823802308418742_n 12963347_1196310383714637_2709762406642320471_n 12963490_1202013286477680_4786632800428549015_n 12963514_1199370506741958_7431094584633364003_n 12993491_1203492242996451_7912529357376383995_n 13001074_1200694809942861_6551670929641501901_n

Waktu terus berjalan tanpa tau kami sedang asik menikmati dingin nan menyejukkan kulit, hati dan mata di paginya Andong. Sinar keemasan matahari pagi mulai berganti dengan kabut tipis lambat laun semakin menebal. Mulai tak nampak puncak yang ada di sebelah yang konon disana berdiri sebuah makam. Kabut semakin tebal menelan banyak pemandangan yang tadinya kami nikmati. Kami pun mulai mati gaya dan tak tau lagi mau bergaya apa atau mau ngapain. Kumpulkan pasukan rapatkan barisan dan berkemas rapikan tenda dalam lipatan. Pasukan siap untuk menuruni jalur pendakian dan pulang menuju rumah masing- masing.

12494860_1196315653714110_9006631031589616385_n 13001153_1202763373069338_6269440830592878765_n 13006535_1201698763175799_8036943156678732856_n 13007169_1203500012995674_3573714743333530256_n 13010601_1202036953141980_526451439745910194_n

Karena hampir semua kurang istirahat malam dalam perjalanan kami semua sempat oleng ketika berkendara. Turun sampai di beskem gogik pun kami tak istirahat terlebih dahulu. Setelah siap melaju kami semua pun segera meninggalkan beskem Gogik dan mampir sebentar ke warung makan. Namun justru semakin kantuk tak tertahankan ketika perut kami di isi dengan makanan. Kami berjuang sekuat tenaga agar tidak ketiduran ketika berkendara. Cukup tangguh karena kami mampu menempuh perjalanan dengan rasa kantuk yang kuat hingga 1 jam perjalanan. Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan kami pun mampir sebentar di Pom bensin untuk tidur sebentar barang 15-30 menit agar berkurang rasa kantuk.

You may also like...

Leave a Reply